Rizki Wahyudi

Informatika • Penelitian • Publikasi Ilmiah • Teknologi

Personal academic & technology journal

Catatan tentang penelitian, publikasi, dan teknologi.

Berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam informatika, pengelolaan jurnal ilmiah, perkuliahan, serta pengembangan teknologi.

Saturday, 24 October 2026

Perbedaan Supervised dan Unsupervised Learning

Dalam Machine Learning, perbedaan utama supervised learning dan unsupervised learning dilihat dari ada atau tidaknya label target pada data pelatihan. Keduanya digunakan untuk tujuan analisis yang berbeda (Bishop, 2006; Sarker, 2021).

Supervised Learning

Supervised learning menggunakan data dengan label atau target yang diketahui untuk mempelajari hubungan antara fitur dan hasil. Contohnya, model dilatih menggunakan email berlabel “spam” dan “bukan spam” agar dapat memprediksi kategori pesan baru. Tugas utamanya meliputi klasifikasi (kategori) dan regresi (nilai numerik) (Hastie et al., 2009).

Unsupervised Learning

Unsupervised learning mempelajari pola atau struktur data tanpa label target. Sebagai contoh, data transaksi dapat digunakan untuk mengelompokkan pelanggan berdasarkan kebiasaan belanja. Clustering merupakan salah satu tekniknya (Jain, 2010); teknik lain adalah dimensionality reduction untuk menyederhanakan representasi data (Hastie et al., 2009).

Perbedaan Kedua Pendekatan

Pada Gambar 1 menunjukkan perbedaan mendasarnya: supervised learning mempelajari hubungan data dan label untuk menghasilkan prediksi, sedangkan contoh unsupervised learning pada gambar memperlihatkan pencarian kelompok tanpa label target.

Gambar 1. Ilustrasi perbedaan supervised learning dan unsupervised learning berdasarkan penggunaan label dalam proses pembelajaran

 Perbedaan kedua pendekatan tersebut dapat dirangkum berdasarkan jenis data, tujuan pembelajaran, tugas yang diselesaikan, dan algoritma yang digunakan. Ringkasannya disajikan pada Tabel 1.

 Tabel 1. Perbandingan karakteristik supervised learning dan unsupervised learning.

Aspek

Supervised

Unsupervised

Data

Berlabel target

Tanpa label target

Tujuan

Memprediksi kategori atau nilai

Menemukan pola atau struktur

Contoh

Klasifikasi email spam

Pengelompokan pelanggan

Metode

Decision Tree, Random Forest

K-Means, PCA

Kapan Digunakan?

Jika tujuannya memprediksi kelulusan berdasarkan contoh data yang sudah memiliki status kelulusan, supervised learning dapat digunakan. Jika tujuannya mencari kelompok mahasiswa berdasarkan kemiripan pola belajar tanpa kategori awal, unsupervised learning lebih relevan. Pilihan metode tetap bergantung pada tujuan dan karakteristik data (Sarker, 2021).

Referensi

Bishop, C. M. (2006). Pattern recognition and machine learning. Springer.

Hastie, T., Tibshirani, R., & Friedman, J. (2009). The elements of statistical learning: Data mining, inference, and prediction (2nd ed.). Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-84858-7

Jain, A. K. (2010). Data clustering: 50 years beyond K-means. Pattern Recognition Letters, 31(8), 651–666. https://doi.org/10.1016/j.patrec.2009.09.011

Sarker, I. H. (2021). Machine learning: Algorithms, real-world applications and research directions. SN Computer Science, 2, Article 160. https://doi.org/10.1007/s42979-021-00592-x


Share:

Apa Itu Machine Learning? Pengertian dan Contoh Penerapannya

Machine Learning (ML) merupakan salah satu bidang dalam kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) disingkat AI, yang memungkinkan komputer mempelajari pola dari data untuk menghasilkan prediksi atau membantu pengambilan keputusan. Penerapannya dapat ditemukan pada berbagai layanan digital, seperti filter email spam, dan pengenalan objek pada gambar.

Dalam pengembangan model, data digunakan untuk mempelajari hubungan atau pola yang berkaitan dengan tugas tertentu. Setelah model dilatih, hasilnya perlu dievaluasi menggunakan data yang tidak digunakan untuk melatih model. Evaluasi tersebut membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan model ketika menghadapi data baru (James et al., 2021).

Dalam pemrograman berbasis aturan, kita menulis ketentuan yang harus diikuti program. Misalnya, sebuah aplikasi memberi tanda pada pesan yang mengandung frasa tertentu. Pendekatan ini mudah dipahami, tetapi aturan yang ditulis satu per satu dapat sulit dipelihara ketika variasi pesan semakin banyak.

Pada ML, program tidak harus menerima daftar aturan untuk setiap kemungkinan. Algoritma menggunakan contoh data guna mempelajari pola yang membantu menghasilkan prediksi. Menurut Mitchell (1997), pembelajaran mesin melalui tiga unsur, yaitu pengalaman (experience), tugas (task), dan ukuran kinerja (performance measure). Definisi itu mengingatkan bahwa “belajar” perlu dinilai dari perubahan kemampuan sistem menjalankan tugas, bukan sekadar dari banyaknya data yang dibaca.

Penggunaan ML sehari-hari

Penyaring spam merupakan contoh yang cukup mudah. Layanan email berusaha memperkirakan apakah pesan baru termasuk spam berdasarkan informasi yang tersedia. Kesalahan tetap mungkin terjadi: pesan biasa bisa salah masuk folder spam, atau sebaliknya.

Pada layanan video dan musik, sistem rekomendasi membantu memilih konten yang relevan berdasarkan sejumlah sinyal, seperti riwayat interaksi. Rekomendasi tersebut bukan kepastian bahwa seseorang akan menyukai konten yang disarankan.

Pengenalan objek pada foto merupakan contoh lain. Sebuah model dapat dilatih menggunakan contoh gambar yang diberi kategori. Ketika menerima gambar baru, model menghasilkan prediksi kategori. Jika kualitas gambar berubah atau contoh pelatihannya kurang mewakili kondisi sebenarnya, hasil prediksi juga dapat berubah.

Lalu bagaimana model dibuat?

Proses pengembangan ML tidak selalu sama untuk setiap kasus. Secara umum, prosesnya mencakup penentuan tujuan, pengumpulan dan pemeriksaan data, pelatihan model, serta evaluasi hasil. Setelah digunakan, kinerja model juga perlu dipantau karena karakteristik data dapat berubah.

Materi Machine Learning Crash Course dari Google for Developers (n.d.) juga membahas berbagai konsep yang mendasari proses tersebut, mulai dari pengolahan data hingga pelatihan dan evaluasi model.

Gambar 1. Ilustrasi ringkas alur pengembangan model; tahapanya dapat berulang.

Pada Gambar 1 memperlihatkan alur sederhana pengembangan model ML, mulai dari penyiapan data, pelatihan, pengujian, hingga penggunaan model untuk menghasilkan prediksi. Alur tersebut merupakan ilustrasi umum; dalam praktiknya, beberapa tahapan dapat dilakukan kembali apabila hasil evaluasi belum sesuai dengan kebutuhan.

Machine Learning dan Artificial Intelligence

Artificial Intelligence (AI) merupakan bidang yang lebih luas. Machine Learning adalah salah satu pendekatan yang digunakan di dalamnya. Karena itu, tidak semua sistem yang disebut AI dibangun dengan pembelajaran mesin; sebaliknya, tidak semua pemanfaatan Machine Learning harus tampil sebagai aplikasi percakapan atau sistem yang menyerupai manusia.

Bagi yang baru mulai belajar, hal terpenting bukan menghafal banyak nama algoritma. Cobalah memahami dulu tugas yang ingin diselesaikan, data yang tersedia, dan bagaimana mengetahui bahwa prediksi model layak digunakan.

Rujukan

James, G., Witten, D., Hastie, T., & Tibshirani, R. (2021). An Introduction to Statistical Learning. In Springer Texts in Statistics. Springer US. https://doi.org/10.1007/978-1-0716-1418-1

Mitchell, T. M. (1997). Machine Learning. McGraw-Hill.

Google for Developers. (n.d.). Machine Learning Crash Course. https://developers.google.com/machine-learning/crash-course

Share:

Tuesday, 8 August 2023

2023 IEEE 7th International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE)

CALL FOR SUBMISSIONS

 

2023 IEEE 7th International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE)

 The conference is organized by Universitas Amikom Purwokerto jointly with the Department of Electrical and Information Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada (DTETI UGM), Indonesia Section Chapter and Universitas Amikom Yogyakarta, Indonesia

The conference will be held online and onsite.

 Conference Page: https://icitisee.amikompurwokerto.ac.id/

 Accepted papers will be submitted for inclusion into IEEE Xplore subject to meeting IEEE Xplore’s scope and quality requirements.

Authors are invited to submit full paper (4-6 pages) in PDF format via EDAS, including references and appendices.

 

 Template Link: IEEE Template Conference

 Submission Page:  https://edas.info/N31079

 

Previous ICITISEE Published in, IEEE Xplore:

2022 6th International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE), url: https://ieeexplore.ieee.org/xpl/conhome/10057587/proceeding

2021 IEEE 5th International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE), url:  https://ieeexplore.ieee.org/xpl/conhome/9655701/proceeding  

2019 4th International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE), url: https://ieeexplore.ieee.org/xpl/conhome/8986693/proceeding

2018 3rd International Conference on Information Technology, Information System and Electrical Engineering (ICITISEE), url: https://ieeexplore.ieee.org/xpl/conhome/8717738/proceeding

2017 2nd International conferences on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE), url: https://ieeexplore.ieee.org/xpl/conhome/8276203/proceeding

2016 1st International Conference on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE), url: https://ieeexplore.ieee.org/xpl/conhome/7786135/proceeding

 

Important Dates:

Paper Submission Deadline    September 24, 2023

Acceptance Notification    October 24,  2023

Camera-ready Manuscript    November 1,  2023

Registration  Deadline  November 10, 2023      

Conference Date    November 29-30, 2023

 

Share:

Sunday, 2 October 2022

SINTA, Dilema Discontinue dan Turun Peringkat

Belum lama ini jagat perjurnalan nasional dihebohkan dengan Pencabutan Status Akreditasi jurnal nasional, berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 138/E/KPT/2022, terdapat dua jurnal yang status Akreditasinya dicabut yang terdiri dari 1 jurnal peringkat SINTA 3 dan 1 jurnal dari peringkat SINTA 4, jika dicek pada laman SINTA dan PDII LIPI kedua jurnal ini dari penerbit yang sama. Terkait alasan kenapa status akreditasi jurnal dicabut tidak dijelaskan pada SK tersebut. Namun jika dilihat data dari salah satu jurnal yang dicabut, ada hal yang cukup mencolok yaitu  jumlah artikel yang diterbitkan, dari Article Per Year (5 Year) pada Portal Garuda, peningkatan jumlah artikel sangat signifikan pada 3 tahun terkahir: Tahun 2020 (413 Artikel), Tahun 2021 (1414 Artikel), puncaknya pada Tahun 2022 (1828 Artikel), seperti yang terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Article Per Year (5 Year) salah satu Jurnal yang di Discontinue (Sumber Portal Garuda)

Tidak sampai pada discontinue jurnal di SINTA, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui Surat Keputusan Nomor 127/E/KPT/2022, juga melakukan Penurunan Peringkat Akreditasi pada salah satu jurnal nasional yang terindeks SINTA 3 menjadi SINTA 4, tidak ada penjelasan detail terkait alasan penurunan peringkat jurnal di SK tersebut. Pada dasarnya penurunan peringkat akreditasi merupakan hal yang lumrah terjadi, namun biasanya penurunan peringkat akreditasi dilakukan setelah jurnal mengajukan evaluasi sebelum masa akreditasi habis, yang dilakukan pada Periode yang sudah ditetapkan untuk semua jurnal, tidak seperti yang terjadi baru-baru ini, diinformasikan dengan tersendiri.

Terlepas dari persoalan Discontinue dan Turun Peringkat, sebenarnya Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi  melalui Tim Arjuna sudah sejak lama menyampaikan akan adanya evaluasi berkala yang dilakukan diluar proses akreditasi periodik, untuk menjaga konsistensi dan kualitas terbitan, sehingga hal ini bisa kita jadikan sebagai pengingat bagi pengelola jurnal maupun pihak terkait, bahwa akreditasi jurnal bukanlah hal permanen, sehingga tetap harus menjaga kualitas tata kelola yang baik sehingga menghasilkan terbitan yang berkualitas juga.

Share:

Friday, 19 August 2022

Profil Publon pindah ke Web of Science

Publon merupakan platform gratis yang menampilkan data kontribusi peer review pada komunitas akademik, disamping itu Publon juga membantu jurnal menemukan profil reviewer yang dapat berkolaborasi dengan pengelola jurnal. Integrasi penuh dari database Publons di Web of Science (WoS) dilakukan sejak Publon diakuisisi oleh Clarivate Analytics. Dilansir dari situs publon proses memindahkan profil Publons ke Web of Science pada tanggal 18 Agustus 2022.


Fitur baru:

· Dapat mengelola profil dan mengedit detail infoemasi dengan mudah hanya dari satu platform.
· Author akan menerima peringatan otomatis, ketika ada yang mengutip publikasi dari profil kita yang diindeks oleh Web of Science (fitur ini mirip dengan yang dimiliki google scholar.
· Profil author akan terlihat dalam database yang digunakan oleh 15 juta orang di lebih dari 9.000 institusi di seluruh dunia.

Tampilan ketika kita mengakses akun publon sekarang dapat dilihat pada Gambar 1. Terlihat ada notifikasi bahwa Publons sudah bergabung dengan Web of Science dan halaman akan diarahkan ke situs Web of Science dalam hitungan detik.

Gambar 1. Halaman Dashboard Author pada Publon

 Tampilan Profil baru author pada WoS dapat dilihat pada gambar 2.


Gambar 2. Halaman Author baru Pada situs Wos

 

Share:

Saturday, 6 August 2022

Perubahan alamat email pengelola ISJD

Pangkalan data jurnal ilmiah Indonesia atau yang dikenal dengan nama ISJD, merupakan sebuah situs "http://isjd.pdii.lipi.go.id/" yang berisi kumpulan jurnal ilmiah yang terbit diindonesia. Didirikan pada tahun 2019 oleh PDII-LIPI, saat awal berdirinya ISJD berfungsi sebagai  Database repository jurnal Indonesia dan Indexer Jurnal Indonesia. Pengguna/pengakses ISJD dapat mencari informasi melalui judul artikel, subjek, pengarang, penerbit, dan nama jurnal.

Sebagai pengelola jurnal tentu ISJD bukan hal yang asing lagi, karena secara berkala pengelola jurnal mengirimkan terbitan dalam format pdf ke ISJD, namun seiringnya waktu, banyak pengelola yang tidak lagi melakukannya, mungkin karena "ribet" harus mengirimkan secara manual melalui email, dibanding dengan portal garuda yang menarik data secara otomatis. ditambah lagi saat ini ISJD tidak menjadi syarat wajib untuk pengajuan akreditasi nasional, mungkin ini salah satu penyebab.

Sudah lama tidak mendengar perkembangan terkait ISJD, pada tanggal 05 Agustus 2022, pengelola jurnal mendapatkan email yang menginformasikan adanya perubahan domain dari LIPI ke BRIN, sehingga untuk pengiriman dokumen jurnal terbitan terbaru dlm format pdf dikirimkan ke BRIN dengan email "isjd@brin.go.id", namun untuk domain websitenya apakah akan berubah dari LIPI ke BRIN, belum ada informasi terkait ini.

Bagi yang ingin tahu, Cara Mendapatkan Link url Indeks ISJD untuk jurnal, silahkan klik link ini

Share:

Wednesday, 27 July 2022

Update data Profile pada SINTA v3

Sehubungan dengan penambahan fitur Science and Technology Index (SINTA),  Pada Jumat, 22 Juli 2022, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi mengadakan sosialisasi SINTA versi 3. Pada SINTA versi sebelumnya, terkait publikasi ada isian Google Scholar ID (di input pada saat Author mendaftar di SINTA), Scopus ID, Garuda ID (Pada SINTA versi 3, Garuda ID memiliki peran cukup penting karena sebelumnya pengkategorian artikel pada SINTA bergantung pada Google Scholar jurnal, namun pada SINTA versi 3, pengkategorian artikel jurnal nasional berdasarkan Portal Garuda), sebagai tambahan fitur pada SINTA versi 3 yaitu Publon ID dan WOS Researcher ID.

Syarat melakukan update profile sinta: (i) Sudah terdaftar di SINTA (ii) Memiliki User dan Password (jika lupa password, dapat melakukan reset baik oleh user sendiri atau melalui verifikator SINTA)

Manfaat melakukan update Profile SINTA: Meningkatkan score Author -> Meningkatkan score PT dan ...

untuk detail petunjuk update Profile SINTA dapat didownload pada link ini

Share:

Wednesday, 2 March 2022

Microsoft menutup Layanan Microsoft Academic

Dilansir dari situs natureindex.com, bahwa Microsoft tiba-tiba menutup Layanan Microsoft Academic mulai 31 Desember 2021. 

Database pengindeks telah menjadi sumber penting bagi peneliti yang membutuhkan data tentang publikasi penulis, kutipan, afiliasi, dan topik terkait, dan bagi perusahaan yang layanannya mengandalkan data. Selain peneliti, pengelola jurnal ilmiah merupakan pihak yang akan kehilangan akibat ditutupnya layanan Microsoft Academic, karena Microsoft Academic merupakan lembaga pengindeks skala internasional yang membantu penyebaran konten ilmiah jurnal

Meskipun database pengindeks lain, seperti Web of Science, Scopus, Dimensions, Semantic Scholar dan Lens.org, mengumpulkan jenis informasi serupa, Microsoft Academic telah banyak digunakan karena merupakan salah satu yang cukup komprehensif dan juga tersedia secara gratis.


Perbandingan dokumen ilmiah periode 2008–2017 yang dicakup oleh Scopus, CWTS Web of Science, Dimensions, Crossref, dan Microsoft Academic. Kredit: Martijn Visser, Nees Jan van Eck dan Ludo Waltman Quantitative Science Studies 2021; 2 (1): 20–41.

Penghentian Microsoft Academic yang tiba-tiba menunjukkan kerapuhan infrastruktur atau karena Microsoft Microsoft Academic bukan core bisnis, dan tidak menghasilkan pendapatan yang signifikan bagi perusahaan. berharap microsoft akan menyediakan layanan pengganti dengan fitur yang sama.

Share:

Friday, 31 December 2021

Solusi error OAI pada OJS Versi 3.1.2

Beberapa waktu yang lalu seorang teman mendapat kendala saat mengajukan indeksasi ke Portal Garuda, Tim Helpdesk Garuda mengirimi email yang menginformasi bahwa URL OAI terdeteksi kosong.  

Pertanyaannya bagaimana cara mengatasinya? 

Biasanya URL OAI yang kosong dikarenakan adanya kesalahan custom OJS saat instalasi, solusinya bisa dengan cara mengupdate OJS, namun bagi males update, adakah cara lain? Anda dapat mencoba cara berikut: 

Pertama Untuk dapat mengidentifikasi bagian error pada OAI kita bisa menggunakan website: https://validator.oaipmh.com/ 


 

 

 

Ditemukan error saat melakukan validasi OAI "line 6, column 0, element '{https://www.openarchives.org/oai/2.0/}oai-pmh': no matching global declaration available for the validation root." 

Kedua pada file .htaccess tambahkan 



RewriteEngine On 

RewriteCond %{HTTPS} off 

RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301] 

Ketiga silahkan rubah beberapa bari code pada OJS (oai links updated) silahkan ganti baris yang berwarna merah menjadi warna hijau:

https://github.com/pkp/pkp-lib/commit/0e21a53ce95933f3bace4f77eab6ebed15c51352

Keempat silahkan cek ulang menggunakan validator OAI https://validator.oaipmh.com/


 

 

 

 

 

 

Kelima cek kembali OAI jurnal:

https://jurnalfebi.iain-jember.ac.id/index.php/JIEP/oai?verb=ListRecords&metadataPrefix=oai_dc&set=JIEP


 






Errornya sudah tertangani, selamat mencoba

Share:

Friday, 24 September 2021

Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi menggunakan Mendeley

Pada 15 Oktober 2020, saya berkesempatan menyampaikan materi dalam kegiatan webinar Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Amikom Purwokerto.

Kegiatan ini membahas dua hal yang saling berkaitan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu penyusunan artikel jurnal dan pengelolaan referensi menggunakan aplikasi Mendeley.

Dalam penulisan artikel ilmiah, penulis perlu memperhatikan sistematika penulisan, penggunaan sumber pustaka yang relevan, serta konsistensi sitasi dan daftar pustaka. Pengelolaan referensi yang baik dapat membantu mengurangi kesalahan penulisan kutipan dan mempermudah penyusunan daftar pustaka.

Mendeley merupakan salah satu aplikasi manajemen referensi yang dapat digunakan untuk menyimpan sumber pustaka, mengelola koleksi referensi, serta membantu memasukkan sitasi dan menyusun daftar pustaka sesuai gaya yang digunakan. 

Rekaman Webinar

Bagi yang ingin menyaksikan kembali kegiatan tersebut, rekaman webinar tersedia melalui YouTube.

Tonton Rekaman Webinar di YouTube

Pemaparan materi dimulai pada menit 1:22:41.

Materi Presentasi

Materi presentasi yang digunakan dalam kegiatan ini juga dapat diakses melalui ResearchGate.

Unduh Materi Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley

Materi tersebut merupakan dokumentasi kegiatan tahun 2020. Tampilan maupun fitur Mendeley yang digunakan dalam presentasi mungkin berbeda dengan versi aplikasi yang tersedia saat ini.

Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1. Dokumentasi webinar Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley.

Gambar 2. Dokumentasi penyampaian materi webinar.

Semoga materi dan rekaman kegiatan ini dapat menjadi referensi tambahan bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang sedang mempelajari penulisan artikel ilmiah dan pengelolaan referensi.


Share: