Berawal dari pengalaman ketika mendaftarkan salah satu jurnal ilmiah yang menggunakan Open Journal Systems (OJS) ke pengindeks BASE. Sehari setelah melakukan pendaftaran, saya menerima email balasan yang menyampaikan bahwa pihak BASE mengalami kendala saat mengakses metadata jurnal melalui OAI.
Pesan kesalahan yang disampaikan adalah “XML parsing error”. Dalam email tersebut juga disertakan beberapa contoh tautan metadata yang mengalami error. Setelah saya buka salah satu tautannya, muncul tampilan seperti pada Gambar 1..
Gambar 1. Hasil eksekusi
link yang metadata error diakses melalui OAI
Langkah selanjutnya, saya mencoba mencari artikel yang
menjadi sumber kesalahan. Caranya dengan mengambil beberapa kata dari abstrak
yang muncul pada pesan error, kemudian memasukkannya ke fitur pencarian (Search)
pada website jurnal.
Dari hasil pencarian tersebut, saya berhasil
menemukan artikel yang metadatanya mengalami masalah, seperti terlihat pada
Gambar 2.
Gambar 2. Penelusuran
sumber artikel yang metadatanya error
Setelah artikel ditemukan, saya mulai memeriksa bagian metadata, mulai dari judul, nama penulis, abstrak, hingga kata kunci. Sekilas semuanya terlihat normal dan tidak ada kesalahan yang mencolok.
Karena belum menemukan penyebabnya, saya mencoba membaca beberapa diskusi di forum Public Knowledge Project (PKP), khususnya yang membahas masalah OAI dan XML.
Dari penelusuran tersebut, saya mulai memeriksa kemungkinan adanya karakter khusus pada metadata yang tidak ditangani dengan benar ketika OJS menghasilkan dokumen XML.
Menemukan Karakter yang Menyebabkan Error
Setelah diperiksa kembali, saya menemukan penggunaan karakter kurang dari (<) pada abstrak artikel.
Perlu diketahui, karakter tersebut sebenarnya valid dalam UTF-8. Jadi, masalahnya bukan karena UTF-8 tidak mendukung karakter tersebut, melainkan karena karakter khusus mempunyai aturan penulisan tersendiri dalam XML.
Pada dokumen XML, karakter < yang menjadi bagian dari teks harus direpresentasikan dengan benar, misalnya menggunakan <. Demikian juga karakter &, yang perlu direpresentasikan sebagai & apabila digunakan sebagai teks biasa dalam XML.
Jika proses pembentukan XML tidak menangani karakter tersebut dengan benar, dokumen metadata yang dihasilkan dapat mengalami XML parsing error.
Kembali ke kasus yang saya alami, pada abstrak artikel ditemukan karakter <, seperti terlihat pada Gambar 3
Gambar 3. Abstrak artikel sebelum diperbaiki, masih menggunakan karakter <.
Untuk mengatasi masalah tersebut, saya mencoba mengganti karakter
< pada abstrak menjadi tulisan
“kurang dari”.
Perubahan ini saya lakukan sebagai langkah penyelesaian pada kasus tersebut, tanpa mengubah maksud kalimat dalam abstrak.
Hasil perubahannya dapat dilihat pada Gambar 4
Gambar 4. Pada
abstrak sudah mengganti karakter “<” menjadi “kurang dari”
Perlu diperhatikan bahwa mengganti simbol dengan tulisan bukan satu-satunya solusi. Jika karakter tersebut merupakan bagian dari rumus, notasi ilmiah, atau informasi penting lainnya, sebaiknya tidak langsung diganti karena dapat mengubah maknanya.
Pada kondisi seperti itu, pengelola jurnal perlu memastikan bahwa OJS menghasilkan XML dengan penanganan karakter khusus yang benar.
Memeriksa Kembali Metadata Melalui OAI
Setelah melakukan perubahan pada abstrak dan menyimpannya, langkah berikutnya adalah membuka kembali URL OAI jurnal.
Pada halaman OAI, saya memilih menu ListRecords untuk memeriksa apakah metadata artikel sudah dapat ditampilkan.
Tampilan menu OAI dapat dilihat pada Gambar 5
Gambar 5. Tampilan halaman OAI jurnal untuk mengakses ListRecords
Setelah menu ListRecords dibuka, metadata jurnal berhasil ditampilkan tanpa kesalahan XML yang sebelumnya ditemukan pada kasus ini.
Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 6.

Gambar 6. Metadata jurnal berhasil ditampilkan melalui OAI setelah perbaikan
Dengan demikian, masalah yang saya temui saat proses
pendaftaran jurnal ke BASE dapat diatasi melalui perbaikan metadata abstrak.
Catatan Tambahan
Selain karakter <, saya juga pernah menemukan masalah
serupa yang berkaitan dengan penggunaan karakter & atau ampersand.
Karakter & sering digunakan sebagai pengganti kata
“dan”, misalnya dalam judul atau abstrak artikel.
Sama seperti karakter <, penggunaan & sebagai teks
dalam XML perlu ditangani dengan benar agar tidak menyebabkan kesalahan
pembacaan metadata.
Namun, perlu diingat bahwa tidak semua kesalahan OAI
ListRecords disebabkan oleh karakter khusus pada abstrak. Masalah juga
dapat berasal dari metadata lain, kesalahan pembentukan XML, atau konfigurasi
aplikasi.
Jika mengalami masalah serupa, langkah awal yang dapat
dilakukan adalah memeriksa pesan error, menemukan artikel yang terkait,
kemudian memeriksa metadata yang ditampilkan melalui OAI.
Kesimpulan
Dari pengalaman ini, saya menemukan bahwa kesalahan pada
karakter tertentu dalam metadata dapat menyebabkan OAI gagal menampilkan data
dengan benar.
Pada kasus yang saya alami, masalah berhasil diatasi setelah
mengganti karakter < pada abstrak menjadi tulisan “kurang dari”.
Meskipun demikian, solusi tersebut merupakan hasil
penanganan pada kasus tertentu dan belum tentu berlaku untuk semua kesalahan
OAI.
Semoga pengalaman ini dapat membantu pengelola jurnal yang
mengalami kendala serupa ketika mendaftarkan jurnal ke pengindeks yang
menggunakan protokol OAI-PMH.
Referensi
W3C. Extensible Markup Language (XML) 1.0 (Fifth
Edition). https://www.w3.org/TR/xml/