Rizki Wahyudi

Informatika • Penelitian • Publikasi Ilmiah • Teknologi

Friday, 24 September 2021

Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi menggunakan Mendeley

Pada 15 Oktober 2020, saya berkesempatan menyampaikan materi dalam kegiatan webinar Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley yang diselenggarakan di Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Amikom Purwokerto.

Kegiatan ini membahas dua hal yang saling berkaitan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu penyusunan artikel jurnal dan pengelolaan referensi menggunakan aplikasi Mendeley.

Dalam penulisan artikel ilmiah, penulis perlu memperhatikan sistematika penulisan, penggunaan sumber pustaka yang relevan, serta konsistensi sitasi dan daftar pustaka. Pengelolaan referensi yang baik dapat membantu mengurangi kesalahan penulisan kutipan dan mempermudah penyusunan daftar pustaka.

Mendeley merupakan salah satu aplikasi manajemen referensi yang dapat digunakan untuk menyimpan sumber pustaka, mengelola koleksi referensi, serta membantu memasukkan sitasi dan menyusun daftar pustaka sesuai gaya yang digunakan. 

Rekaman Webinar

Bagi yang ingin menyaksikan kembali kegiatan tersebut, rekaman webinar tersedia melalui YouTube.

Tonton Rekaman Webinar di YouTube

Pemaparan materi dimulai pada menit 1:22:41.

Materi Presentasi

Materi presentasi yang digunakan dalam kegiatan ini juga dapat diakses melalui ResearchGate.

Unduh Materi Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley

Materi tersebut merupakan dokumentasi kegiatan tahun 2020. Tampilan maupun fitur Mendeley yang digunakan dalam presentasi mungkin berbeda dengan versi aplikasi yang tersedia saat ini.

Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1. Dokumentasi webinar Penulisan Jurnal Ilmiah dan Manajemen Referensi Menggunakan Mendeley.

Gambar 2. Dokumentasi penyampaian materi webinar.

Semoga materi dan rekaman kegiatan ini dapat menjadi referensi tambahan bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang sedang mempelajari penulisan artikel ilmiah dan pengelolaan referensi.


Share:

Monday, 20 September 2021

Webinar Strategi Penulisan Dan Publikasi Jurnal ilmiah

Program Studi Sistem Informasi, Universitas Amikom Purwokerto menyelenggarakan webinar bertajuk “Strategi Penulisan dan Publikasi Jurnal Terakreditasi SINTA”. Kegiatan ini ditujukan terutama bagi mahasiswa yang ingin memahami proses penulisan artikel ilmiah hingga pengiriman naskah ke jurnal.

Webinar tersebut diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai institusi di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari strategi penulisan artikel ilmiah serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan naskah ke jurnal tujuan.

Dalam proses publikasi ilmiah, penulis tidak hanya perlu mempersiapkan artikel yang baik, tetapi juga memahami kesesuaian topik dengan ruang lingkup jurnal, mengikuti pedoman penulisan, dan memperhatikan proses editorial yang berlaku.

Materi Webinar

Bagi mahasiswa, dosen, maupun peneliti yang ingin mempelajari kembali topik tersebut, materi presentasi dapat diakses melalui ResearchGate.

Unduh Materi Strategi Penulisan dan Publikasi Jurnal Terakreditasi SINTA

Rekaman Webinar

Kegiatan ini juga dapat disaksikan kembali melalui rekaman yang tersedia di YouTube.

Tonton Rekaman Webinar Strategi Penulisan dan Publikasi Jurnal Terakreditasi SINTA

Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1. Dokumentasi Webinar Strategi Penulisan dan Publikasi Jurnal Terakreditasi SINTA.

Materi dan rekaman tersebut merupakan dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan. Untuk memilih jurnal tujuan saat ini, pembaca sebaiknya memeriksa kembali status akreditasi, ruang lingkup, dan ketentuan publikasi pada laman resmi jurnal maupun portal SINTA.

Semoga materi ini bermanfaat bagi mahasiswa dan peneliti yang sedang mempersiapkan penulisan serta publikasi artikel ilmiah.

Share:

This journal is not accepting submissions at this time atau Tidak bisa submit artikel

Terkait judul artikel ini "This journal is not accepting submissions at this time", masih sering ditanyakan para pengelola jurnal dan ada juga dari penulis yang akan melakukan submission ke sebuah jurnal. lalu apa alasannya? kemungkinan pertama pengelola jurnal memang sengaja menonaktifkan submission sementara waktu dengan alasan, seperti overload paper yang masuk, karena keterbatasan pengelola, sehingga langkah penghentian penerimaan paper dilakukan. Untuk kemungkinan yang kedua pengelola jurnal lupa mensettings journal section, untuk dapat mengaktifkan submission, harus memiliki minimal satu journal section. pada gambar 1 dapat dilihat pesan “This journal is not accepting submissions at this time” yang mana author tidak dapat melakukan pengiriman naskah pada jurnal tersebut

Gambar 1. This journal is not accepting submissions at this time (Platform OJS 3)

Bagi pengelola journal dapat mengaktifkan submisson dengan cara login sebagai journal manager, kemudian pilih menu Settings -> tab Section. Jika belum ada journal section silahkan tambahkan minimal satu journal section, dengan mengklik tombol, create section, 

Gambar 2. Tampilan Menu Settings Journal section

 

Gambar 3. Create Section

Namun bagaimana jika ingin menonaktifkan fitur submission dapat mencentang  Items can only be submitted by Editors and Section Editors, sehingga selain editor dan section editor tidak melakukan submission, seperti yang terlihat pada gambar 4.

 

Gambar 4. Fitur submission di nonaktifkan

Setiap melakukan perubahan pada settings journal section jangan lupa klik simpan, terimakasih

 

Share:

Monday, 13 September 2021

Mengatasi OAI ListRecords error pada OJS

Berawal dari pengalaman ketika mendaftarkan salah satu jurnal ilmiah yang menggunakan Open Journal Systems (OJS) ke pengindeks BASE. Sehari setelah melakukan pendaftaran, saya menerima email balasan yang menyampaikan bahwa pihak BASE mengalami kendala saat mengakses metadata jurnal melalui OAI.

Pesan kesalahan yang disampaikan adalah “XML parsing error”. Dalam email tersebut juga disertakan beberapa contoh tautan metadata yang mengalami error. Setelah saya buka salah satu tautannya, muncul tampilan seperti pada Gambar 1.. 

Gambar 1. Hasil eksekusi link yang metadata error diakses melalui OAI

Langkah selanjutnya, saya mencoba mencari artikel yang menjadi sumber kesalahan. Caranya dengan mengambil beberapa kata dari abstrak yang muncul pada pesan error, kemudian memasukkannya ke fitur pencarian (Search) pada website jurnal.

Dari hasil pencarian tersebut, saya berhasil menemukan artikel yang metadatanya mengalami masalah, seperti terlihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Penelusuran sumber artikel yang metadatanya error

Setelah artikel ditemukan, saya mulai memeriksa bagian metadata, mulai dari judul, nama penulis, abstrak, hingga kata kunci. Sekilas semuanya terlihat normal dan tidak ada kesalahan yang mencolok.

Karena belum menemukan penyebabnya, saya mencoba membaca beberapa diskusi di forum Public Knowledge Project (PKP), khususnya yang membahas masalah OAI dan XML.

Dari penelusuran tersebut, saya mulai memeriksa kemungkinan adanya karakter khusus pada metadata yang tidak ditangani dengan benar ketika OJS menghasilkan dokumen XML.

Menemukan Karakter yang Menyebabkan Error

Setelah diperiksa kembali, saya menemukan penggunaan karakter kurang dari (<) pada abstrak artikel.

Perlu diketahui, karakter tersebut sebenarnya valid dalam UTF-8. Jadi, masalahnya bukan karena UTF-8 tidak mendukung karakter tersebut, melainkan karena karakter khusus mempunyai aturan penulisan tersendiri dalam XML.

Pada dokumen XML, karakter < yang menjadi bagian dari teks harus direpresentasikan dengan benar, misalnya menggunakan &lt;. Demikian juga karakter &, yang perlu direpresentasikan sebagai &amp; apabila digunakan sebagai teks biasa dalam XML.

Jika proses pembentukan XML tidak menangani karakter tersebut dengan benar, dokumen metadata yang dihasilkan dapat mengalami XML parsing error.

Kembali ke kasus yang saya alami, pada abstrak artikel ditemukan karakter <, seperti terlihat pada Gambar 3


Gambar 3. Abstrak artikel sebelum diperbaiki, masih menggunakan karakter <.
 
Untuk mengatasi masalah tersebut, saya mencoba mengganti karakter < pada abstrak menjadi tulisan “kurang dari”.

Perubahan ini saya lakukan sebagai langkah penyelesaian pada kasus tersebut, tanpa mengubah maksud kalimat dalam abstrak.

Hasil perubahannya dapat dilihat pada Gambar 4


 Gambar 4. Pada abstrak sudah mengganti karakter “<” menjadi “kurang dari”

Perlu diperhatikan bahwa mengganti simbol dengan tulisan bukan satu-satunya solusi. Jika karakter tersebut merupakan bagian dari rumus, notasi ilmiah, atau informasi penting lainnya, sebaiknya tidak langsung diganti karena dapat mengubah maknanya.

Pada kondisi seperti itu, pengelola jurnal perlu memastikan bahwa OJS menghasilkan XML dengan penanganan karakter khusus yang benar.

Memeriksa Kembali Metadata Melalui OAI

Setelah melakukan perubahan pada abstrak dan menyimpannya, langkah berikutnya adalah membuka kembali URL OAI jurnal.

Pada halaman OAI, saya memilih menu ListRecords untuk memeriksa apakah metadata artikel sudah dapat ditampilkan.

Tampilan menu OAI dapat dilihat pada Gambar 5


 Gambar 5. Tampilan halaman OAI jurnal untuk mengakses ListRecords

Setelah menu ListRecords dibuka, metadata jurnal berhasil ditampilkan tanpa kesalahan XML yang sebelumnya ditemukan pada kasus ini.

Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 6.

 

Gambar 6. Metadata jurnal berhasil ditampilkan melalui OAI setelah perbaikan

Dengan demikian, masalah yang saya temui saat proses pendaftaran jurnal ke BASE dapat diatasi melalui perbaikan metadata abstrak.

Catatan Tambahan

Selain karakter <, saya juga pernah menemukan masalah serupa yang berkaitan dengan penggunaan karakter & atau ampersand.

Karakter & sering digunakan sebagai pengganti kata “dan”, misalnya dalam judul atau abstrak artikel.

Sama seperti karakter <, penggunaan & sebagai teks dalam XML perlu ditangani dengan benar agar tidak menyebabkan kesalahan pembacaan metadata.

Namun, perlu diingat bahwa tidak semua kesalahan OAI ListRecords disebabkan oleh karakter khusus pada abstrak. Masalah juga dapat berasal dari metadata lain, kesalahan pembentukan XML, atau konfigurasi aplikasi.

Jika mengalami masalah serupa, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memeriksa pesan error, menemukan artikel yang terkait, kemudian memeriksa metadata yang ditampilkan melalui OAI.

Kesimpulan

Dari pengalaman ini, saya menemukan bahwa kesalahan pada karakter tertentu dalam metadata dapat menyebabkan OAI gagal menampilkan data dengan benar.

Pada kasus yang saya alami, masalah berhasil diatasi setelah mengganti karakter < pada abstrak menjadi tulisan “kurang dari”.

Meskipun demikian, solusi tersebut merupakan hasil penanganan pada kasus tertentu dan belum tentu berlaku untuk semua kesalahan OAI.

Semoga pengalaman ini dapat membantu pengelola jurnal yang mengalami kendala serupa ketika mendaftarkan jurnal ke pengindeks yang menggunakan protokol OAI-PMH.

Referensi

W3C. Extensible Markup Language (XML) 1.0 (Fifth Edition). https://www.w3.org/TR/xml/

 


Share: